Teruntuk: Kamu!

Halo, Apakabar?

Semoga masih baik-baik saja. Saya yakin pada akhirnya kamu akan baik baik saja, yakin!

Saya tulis surat ini karena tiba-tiba teringat Kamu! Kamu yang katanya akhir akhir ini merasa sangat lelah, jenuh, sumpek, bosan! Kamu yang katanya akhir-akhir ini merasa kehilangan identitas diri. Kamu yang katanya akhir-akhir ini merasa tidak hidup untuk diri sendiri. Kamu yang katanya akhir-akhir ini kehilangan semangat.

Pasti rasanya senang ya ada yang menanyakan kabar kamu, simpel tapi berharga. Menanyakan kabar karena peduli, bukan karena sekedar ada keperluan. Pasti rasanya sangat dihargai ya?

Tapi iya! Kamu memang berharga! Tentu berharga karena Allah pasti menciptakan semua di dunia ini dengan valuenya masing-masing. Dan begitu juga dengan kamu, tercipta dengan sempurna untuk membawa misi untuk dunia. Pasti dunia akan berbeda apabila tidak ada kamu. Setiap hari yang kamu lalui pasti memiliki dampak di dunia ini. Dan saya rasa dampaknya pasti baik!

Ya, kamu berharga!

Walau selalu merasa tidak bisa melakukan sesuatu sebaik yang dilakukan orang lain, dan merasa tidak melakukannya dengan sempurna. Tetapi tahukah kamu, orang lain pun belum tentu bisa melakukan yang kamu lakukan sebaik yang kamu lakukan selama ini. Kamu selalu berusaha melakukan apapun dengan sebaik-baiknya, walaupun dalam kondisi yang menuntut untuk jungkir balik, kepala di kaki, kaki di kepala. Orang lain hanya melihat hasil akhir, kemudian asal berkomentar. Entah mengapa saya yakin hasil mereka pun belum tentu sebaik hasil yang kamu capai.

Ya, Kamu berharga!

Walaupun kamu merasa tidak pantas karena ingin menyerah dan merasa lelah dalam mencapai kesempurnaan. Orang lain pun mungkin akan lelah apabila ada di posisimu. Bahkan mungkin langsung berhenti melakukannya. Tapi berbeda dengan Kamu, pada akhirnya kamu tetap melakukannya karena banyak yang bergantung kepadamu. Dan ya! Ternyata tidak ada yang bisa melakukan hal tersebut sebaik dirimu!

Terima kasih!

Terima kasih untuk tetap bertahan menjalankan hidupmu sebaik yang kamu bisa. Terima kasih untuk tetap bertahan melakukan hal-hal yang kamu lakukan selama ini, walau sebenarnya hal tersebut bukan sepenuhnya tugasmu saja. Terima kasih untuk tetap bertahan melakukannya walaupun sebenarnya kamu tidak senang melakukannya. Terima kasih untuk tetap bertahan sampai sekarang walau tidak pernah tahu sampai kapan kondisi ini akan berlanjut. Terima kasih!

Tidak apa-apa!

Wajar! Bahwa kamu ingin berhenti sejenak karena lelah. Wajar! Bahwa kamu ingin mencari hiburan sejenak. Wajar! Bahwa kamu ingin menyendiri lepas dari hingar bingar dunia. Wajar! Bahwa kamu ingin tidak mempedulikan apa kata orang lain. Wajar! Bahwa kamu sedang ingin menjadi egois. Wajar! Bahwa kamu ingin berkeluh kesah dan melontarkan sumpah serapah.

Tidak apa apa! Karena sebenarnya kamu tidak sanggup untuk melakukan hal hal yang buruk. Dan pada akhirnya kamu akan kembali untuk berjuang memenuhi tuntutan hidup ini. Ada dan tiadanya dirimu di dunia ini akan sangat berbeda. Karena kamu sangat berarti bagi dunia ini. Kamu adalah pejuang.

Selamat!

Tertanda,

Saya (yang paling tahu tentang Kamu)

Surat ini terinspirasi dan bisa ditulis karena Nulis Kompakan Mamah Gajah Ngeblog. Teringat juga bu dokter yang bantu untuk accupuncture dan ngasihtau gimana cara release stress. Dan tulisan ini adalah salah satu dari metoda tersebut

11 thoughts on “Teruntuk: Kamu!

  1. Semangat ya Teteh. Setuju, berhenti sejenak karena lelah itu wajar, istirahat dulu, nanti pasti bisa berlari lebih kencang.

    Like

  2. Hehehe.resep paling jitu untuk saya kalau sedang lelah adalah sejenak tidak mempedulikan perkataan orang lain. Yups setuju, setiap orang itu berharga. Semangat Ka Diniii

    Like

  3. Saya suka tulisannya Teh Dini, “Ada dan tiadanya dirimu di dunia ini akan sangat berbeda. Karena kamu sangat berarti bagi dunia ini. Kamu adalah pejuang.”

    Like

  4. Alhamdulillah puji syukur, Kamu bisa ‘merangkul’ dirinya dan memaknai self-love untuk tidak merasa ‘kurang’. Betul sekali, saya setuju sama Kamu. Orang hanya berkomentar hasil akhirnya, tidak perlu diambil hati dan personal.

    Semoga Kamu sehat walafiat selalu ya. Ambil waktu untuk ME TIME terdengar sebagai ide yang bagus. 🙂

    Like

  5. Semangat Teh Dini. Kupun akhir – akhir ini sedang merasa ada di lowest level. Mungkin memang pandemi menambah kepenatan (dan pekerjaan). Penuh ketidak jelasan bahkan sampai sekarang. Semangat!!

    Like

  6. Kalau nonton film Korea, salah satu kalimat yang aku suka itu: “Thanks for being alive.” duh kayaknya berharga banget ya, padahal yang menerima ucapan itu lagi galau dan dibilangin gitu.

    jadi aku mau bilang gitu juga sama teh Dini: Thanks for being alive, bukan buat aku pribadi karena mungkin aku nggak langsung merasakan dampak kehadiranmu dalam hidupku, tapi thanks for being alive especially for your family, for your children, for all the people you touch in your life.

    You might never thought about it: but your presence matters and your being is important ❤

    Like

  7. Pasti si Kamu akan bilang, “Terima kasih sudah menyapa dan menanyakan kabarku. Terima kasih juga untuk semua yang kamu berikan untukku. You’re precious in your own way. Thank you for being you ❤️.”

    Like

  8. Kenapa membaca ini aku berpikir kamu itu bukan orang lain tapi diri sendiri yang menulis ya? Siapapun si “kamu”, semoga harapannya semua tetap baik-baik saja dan semakin baik-baik saja.
    Kalau lelah, bisa nonton drakor juga, tapi jangan drakor yg genre bikin tambah lelah, hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s